Batik Kalimantan Barat dan Penjelasannya

Perpaduan Tiga Budaya Berbeda dalam Motif Batik Kalimantan Barat

Selain dikenal dengan nasi sungkui sebagai makanan khasnya, Kalimantan Barat juga mempunyai batik dengan motif yang unik. Adalah batik kalbar yang menawarkan pola variatif yang memperkaya ragam kerajinan tangan di Indonesia. Seperti di daerah lainnya, batik dari Kalimantan Barat mempunyai sejarah dan cara pembuatan yang berbeda. Lantas, apa saja jenis motif yang dipakai serta proses membuatnya? Mari kita simak pemaparan di bawah ini.

Hikayat Batik Kalimantan Barat

Sebenarnya alih-alih sejarah, asal-muasal batik kalimantan lebih mirip hikayat. Sebagian besar orang percaya kalau batik kalimantan dibuat kali pertama saat Patih Lambung Maskurat melakukan pertapaan. Lambung Maskurat melakukan tapa di atas sebuah rakit balarut banyu selama 40 hari 40 malam. Pada akhir masa tapa, rakit tadi sampai di Rantau Kota Bagantung. Di hadapan Lambung Maskurat lantas muncul buih yang dibarengi suara wanita yang dipercaya sebagai Putri Junjung Buih.

Namun, putri pemilik suara tersebut baru mau muncul lalau Lambung Maskurat memenuhi beberapa syarat. Di antaranya membuat Istana Bantung dengan kain yang harus Lambung Maskurat selesai buat dalam waktu satu hari saja. Lantas kain tersebut juga bukan sembarang kain, karena proses penenunan dan pewarnaannya dilakukan oleh 40 orang putri. Pola Wadi atau Padiwaringin pun dipilih untuk kain tadi. Hikayat ini lantas jadi sejarah batik Kalimantan Barat atau disebut dengan kain calapan atau sasirangan.

Ciri Khas Batik Kalimantan Barat

Batik di Kalimantan Barat sebenarnya terpengaruh pula oleh beberapa etnis, termasuk Melayu. Corak dari Melayu dikenal dengan kesan yang cukup meriah dengan bentuk yang beragam. Selain itu, kita juga akan sering menemukan pola bunga hingga arwana. Untuk memeriahkan motifnya, sebagian batik khas Melayu menggunkan warna-warna yang lebih cerah. Lantas, setidaknya ada 56 motif batik Kalimantan Barat dan di bawah ini ada beberapa pola yang populer dipakai.

  • Insang. Corak atau motif ini akan paling sering dijumpai di Pontianak, ibu kota Kalimantan Barat. Kain dengan motif Insang umumnya dipakai untuk kelengkapan pakaian adat di sana. Salah satunya adalah dalam acara pernikahan. Corak ini juga mempunyai beragam jenis yang unik seperti Insang Berantai, Insang Delima, Insang Berombak, dan Insang Awan.
  • Awan Berarak. Sesuai dengan namanya, kita akan menemukan bentuk awan dalam motif batik ini. Kain dengan corak berawan juga dipakai oleh kaum kerabat dari pihak Amantubillah Mempawah dan sering ditemui pada hajatan besar di kerajaan. Lantas, kita juga bisa menemukan corak batik kalbar lain yang terinspirasi dari rumah adat Kalimantan Barat seperti Kembang Sesaki, Mahkota, dan Cengkrama.
  • Dayak. Dayak merupakan salah satu suku paling terkenal di Indonesia yang tinggal di Kalimantan. Lantas budaya dari suku tersebut pun mempengaruhi corak dalam batik khas Kalimantan Barat. Namun, kita harus minta izin dahulu pada kepala adat atau suku setempat. Setidaknya ada tiga hal yang mempengaruhi corak Dayak, yaitu alam, religius, dan hal-hal yang hanya bisa ditemukan pada suku itu.
  • Tidayu. Corak ini terilhami dari tiga budaya sekaligus, yakni Dayak, Melayu, dan Tionghoa. Sehingga motifnya akan sangat unik dan menarik saat dilihat. Beberapa bahan bahkan menggunakan warna hitam dengan bubuhan tinta emas untuk corak batiknya. Maka tak heran kalau pola Tidayu sangat diminati meski harganya tergolong mahal.

Pemakaian Batik Kalimantan Barat

Keunikan yang tersaji dari sejarah batik Kalimantan Barat hingga motifnya membuat kain ini menjadi daya tarik yang sulit ditolak. Di Pontianak, motif Insang tidak hanya menghiasi pakaian, tetapi juga aksesori seperti dompet dan tas. Bahkan beberapa motif khas Kalimantan Barat sudah diaplikasikan para desainer ke dalam rancangannya.

Paduan dari tiga budaya pada motif Tidayu jelas mnenjadi kelebihan tersendiri. Sebab, jarang sekali batik yang memadukan budaya-budaya dari tempat hingga negara berbeda. Sayangnya, motif yang terilhami dari suku Dayak bisa jadi kekurangan karena tidak semua pola dari suku tadi bisa dipakai. Namun, kita masih bisa menjumpai banyak motif batik Kalimantan Barat yang tak kalah bagus.

One thought on “Batik Kalimantan Barat dan Penjelasannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.